Warung Tekan Inflasi Pemkot Malang Berhasil Turunkan Harga Cabai, Dari Rp120 Ribu Kini Rp70 Ribu per Kilogram
Home » Uncategorized » Warung Tekan Inflasi Pemkot Malang Berhasil Turunkan Harga Cabai, Dari Rp120 Ribu Kini Rp70 Ribu per Kilogram
Warung Tekan Inflasi Pemkot Malang Berhasil Turunkan Harga Cabai, Dari Rp120 Ribu Kini Rp70 Ribu per Kilogram

MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bergerak cepat mengendalikan lonjakan harga cabai dengan mengaktifkan kembali Warung Tekan Inflasi di Pasar Blimbing. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah kenaikan harga komoditas cabai.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama jajaran perangkat daerah terkait meninjau langsung pelaksanaan program intervensi pasar tersebut di Pasar Blimbing, Selasa (2/6/2026).

Wahyu Hidayat menjelaskan, aktivasi Warung Tekan Inflasi dilakukan menyusul kenaikan harga cabai yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, saat kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Pasar Klojen pada 29 Mei 2026, harga cabai rawit sempat menembus angka Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

Melihat kondisi tersebut, Pemkot Malang segera melakukan intervensi melalui penjualan cabai dengan harga yang lebih terjangkau kepada masyarakat.

“Alhamdulillah sejak Warung Tekan Inflasi dibuka hari Jumat lalu, harga cabai sudah mulai turun. Cabai keriting dan cabai rawit dijual Rp40 ribu per kilogram, sedangkan cabai besar Rp45 ribu per kilogram. Dampaknya sudah terasa, harga cabai di pasaran yang sebelumnya mencapai Rp120 ribu kini turun menjadi sekitar Rp70 ribu per kilogram,” ujar Wahyu Hidayat.

Menurutnya, pasokan cabai yang dijual melalui Warung Tekan Inflasi berasal dari kerja sama antardaerah antara Pemerintah Kota Malang dan Kabupaten Lumajang.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh cabai dengan harga yang lebih murah, sekaligus membantu menekan gejolak harga di tingkat pasar.

Wahyu optimistis langkah intervensi yang dilakukan Pemkot Malang mampu menurunkan harga cabai secara bertahap hingga kembali mendekati harga normal.

“Mudah-mudahan dalam satu minggu ke depan bisa turun lagi mendekati harga normal, sekitar Rp40 ribu per kilogram,” harapnya.

Keberadaan Warung Tekan Inflasi di dalam area pasar dinilai lebih efektif karena dapat menjadi acuan harga bagi para pedagang. Dengan demikian, harga komoditas di pasar dapat lebih cepat menyesuaikan dan stabil.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 2,5 ton cabai telah terjual melalui Warung Tekan Inflasi. Untuk memastikan distribusi merata kepada masyarakat, pembelian dibatasi maksimal dua kilogram per orang dengan menunjukkan kartu identitas kependudukan.

Pemkot Malang berharap langkah pengendalian harga ini dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah yang dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan

  • togel online
  • slot gacor thailand
  • slot bet 200
  • slot qris
  • slot demo
  • slot gacor hari ini